Tuesday , January 24 2023

Bola Kaki dan Cara Mengabadikan Nama

Oleh : Yohanes Mau

FIFA World Cup Qatar 2022 hampir selesai. Team-team kesayangan bersama pemain bola kaki terkenal di seluruh dunia dari negara-negar besar pun sudah dipulangkan oleh team kecil seperti team Maroko dari negera yang letaknya di Afrika bagian utara ini. Negara ini sangat kecil dan tidak terlalu dikenal oleh sebagian besar orang-orang di Indonesia. Negara ini mulai terkenal karena lolos kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 bersama keempat negara lainnya (Senegal, Ghana, Kamerun, dan Tunisia) yang mengatasnamakan benua Afrika. Namun sayangnya keempat negara itu telah dipulangkan oleh lawan team-teamnya yang tangguh. Mereka kalah karena kurang menguasai teknik dan taktik yang tepat dalam mengolah si kulit bundar.

Maroko itu negara kecil yang tidak terlalu membahana gaungnya di jagad fana ini. adalah negara yang penduduknya didominasi oleh keturunan Arab. Sehingga tidaklah heran kalau di dalam team nasional Maroko anda tidak melihat satu pemain pun yang berkulit hitam seperti para pemain dari negara-negara Afrika lainnya. Walaupun demikian Maroko adalah negara kecil dari benua afrika yang tampil sangat gemilang dan menghancurkan team-team tangguh dari Eropa yang sangat kokoh dan telah lama mencatat namanya di kanca internasional.

Sejak laga awal hingga masuk sampai semi final FIFA world Cup Qatar 2022, Maroko adalah team tangguh yang tak terkalahkan. Team tangguh seperti Francis, Argentina, Kroasia yang laju hingga masuk semi final telah mengalami kekalahan pada laga-laga sebelumnya. Ini artinya team Maroko secara teknik dan taktik lebih hebat dari negara-negara eropa dan amerika yang mempunyai pengalaman lebih di dalam dunia sepak bola. Team Jerman yang telah memiliki empat tropi piala dunia saja ditumbangkan dengan gampang-gampang saja juga Spanyol yang memiliki gudang pemain dunia tidak banyak berkotek di hadapan Maroko.
Negara Maroko dengan berpenduduk mayoritas agama muslim arab. Negara-negara muslim di seluruh dunia juga mulai menepuk-nepuk dada bahwa team Maroko tampil atas nama mereka semua. Memang dasar tidak tahu malu hanya andalkan negara lain tanpa berjuang untuk membuat team bola kaki di negaranya bisa tampil indah sebagaimana team Maroko tampil selama ini. Team Maroko adalah team yang berasal dari negara kecil yang tidak popular selama ini. Hasil kerja keras dan ketekunan serta disiplin di dalam latihan yang serius menghantar mereka meraih kemenangan demi kemenangan hingga menggetarkan seluruh dunia. Bahkan orang-orang di Indonesia juga menepuk dada bahwa Maroko tampil atas nama muslim. Susah berhadapan dengan orang-orang yang gagal paham agama selalu saja mengaitkan segala sesuatu dengan agama. Menepuk dada sangat tulen dalam beragama namun sikap dan tindakannya sangat jauh dari gaung suara yang selama ini melangit.
Hari Rabu, 14 Desember 2022 adalah momen terindah yang selama ini tak terbayang di dalam sejarah hidup bangsa Maroko. Team nasional negara Maroko masuk semi final di dalam FIFA World Cup Qatar 2022. Team Maroko telah berhadapan dengan team France juara bertahan Piala Dunia Rusia 2018. Akhirnya Morocco tumbang 2-0 dari France. Team Argentina telah meloloskan diri sejak 13 Desember 2022. Argentina telah tumbangkan team Kroasia yang pada Piala Dunia Rusia 2018 lalu lolos hingga final dan mendapat juara dua. Namun mau bilang apalagi kini team Argentina lebih gemilang dalam bertanding sehingga Messi dan kawan-kawannya membobol gawang Krosia dengan score terakhir 3- 0. Hasil ini menghantar Argentina dengan enteng menunggu France lawan terakhirnya di final FIFA World Cup Qatar 2022.
Selamat menantikan tanggal 18 Desember 2022 dan saksikan permainan final FIFA World Cup Qatar 2022 Argentina VS France. Kuatkanlah hati dan sejuk damaikanlah pikiranmu dalam mendukung team kesayanganmu. Jangan hanya mengandalkan team kesayangan anda tanpa kreatip sedikit pun. Bahagia dan luapan gembira anda itu coba diabadikan agar kelak generasimu tahu bahwa anda pernah hidup saat perhelatan FIFA World Cup Qatar 2022. Tidaklah cukup hanya fans dan andalkan team kesayangan anda. Anda akan merasa cukup bila setiap suguhan-suguhan permainan indah yang dilakonkan oleh team kesayangan itu diabadikan lewat tulisan-tulisan sederhana. Tulisan itu akan membantumu untuk abadi di dalam sejarah peradaban hidup masyarakat. Para pemain akan abadi terkenang namanya di sepanjang sejarah sepak bola internasional sedangkan para fans pun harus mengabadikan nama lewat tulisan-tulisan yang bisa menghidupkan memory para generasi selanjutnya.
Menonton sepak bola dan mengandalkan team tertentu tanpa menulis itu sama dengan hampa dari segala kehampaan. Maka marilah menulis agar tidak mati bersama hari dan waktu.Tubuh fana manusia boleh dan akan mati namun tulisan karya tangan manusia akan abadi hingga selamanya. Selamat menonton Final FIFA World Cup Qatar 2022. Para pemain namanya abadi di sepanjang napas hidup sedangkan bagaimana dengan kita yang hanya sebatas fans? Selamat mengabadikan namamu agar tetap hidup walaupun suatu saat nanti tubuh fana ini akan hancur.(**)
Yohanes Mau Penulis Warga Belu Utara. Penikmat Bola kaki. Kini sedang bertugas di Zimbabwe- Afrika.

About dilipost

Check Also

FALSIFIKASI KARL POPPER DAN PENERAPANNYA DALAM MEMAHAMI RADIKALISME ISLAM

Oleh:Antonio Octaviano Marcelo da Cunha(Alumni Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero) Abstraksi Salah satu persoalan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Dili Post Channel

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement