Saturday , December 3 2022

Makna Bahasa Cinta

Oleh: Yohanes Mau.
Penulis Misionaris SVD.
Sekarang sedang bertugas di Regio SVD Zimbabwe-Afrika.

“I belong to my lover And for me he yearns. Come, my lover, let us go forth to the fields And spend the night among the villages. Let us go early to the vineyeards, and see If the vines are in bloom If the buds have opened, If the pomegranates have blossomed; There will I give you  my love” (Sng 7:11:13)

Kata-kata puitis di atas membahasakan tentang bahasa cinta. If The buds opened/If the pomegranates have blossomed; There will I give you my love” Kata-kata ini sungguh mendalam dan menukik bila dianalisa secara mendalam oleh seorang sastrawan. Untung saja saya bukanlah seorang sastrawan. Saya mencoba saja untuk membahasakannya sejauh saya bisa. “Jika pucuk-pucuk itu terbuka/Jika bunga delima berbunga mekar maka   di sana saya akan memberikan cintaku kepadamu”. Bunga delima adalah kiasan tentang cinta yang sedang bermekaran kepada kekasih hatinya. /Di sana akan saya memberi cintaku kepadamu/.” “There”- “di sana” menunjukkan lokus. Tempat tumbuh dan berseminya cinta antara kedua hati yang berbeda. Cinta diantara dua makluk terjalin karena memiliki kesesuaian hati dan pikiran untuk melabuhkannya di dermaga cinta di tengah deras badai zaman yang datang silih berganti.

Setelah membaca dan menganalisa isi keseluruhan puisi itu maka saya menemukan inti darinya. Puisi indah di atas melukiskan tentang (The langguage of love) bahasa cinta. Jika berbicara tentang bahasa baru mari kita mencari bagaimana manusia mengkomunikasikan cinta. Komunikasi adalah kata terpenting sedari awal kisah penciptaan hingga detik ini dan selamanya. Manusia berkomunikasi secara lisan dan tulisan. Komunikasi melalui koran, majalah, radio, televisi, telepon genggam, dan lain sebagainya. Kita berkomunikasi secara lisan dan tertulis untuk mengungkapkan rasa dan hasrat manusiawi kita.

Kita juga berkomunikasi secara fisik. Komunikasi secara fisik adalah komunikasi yang unik dan special. Komunikasi fisik dilakukan dengan berbagai cara; jabat tangan, sebuah ciuman, belaian, dan rangkulan. Ini semua adalah komunikasi fisik yang membantu setiap orang meluapkan rasa rindu dan cinta yang membara kepada sahabat kenalan, para kekasih, keluarga dan lain-lain.

Bahasa cinta adalah bahasa yang lazim di kalangan masyarakat. Setiap orang akan merasa bahagia bila para kekasihnya merespon kebutuhannya dengan komunikasi fisik. Berkomunikasi lewat bahasa cinta adalah cara yang paling indah dan unik dari segala jenis komunikasi yang ada. Komunikasi lewat bahasa cinta adalah cara terindah menyalurkan rasa cinta dan rindu yang tertahan dan kambuh selama beberapa waktu oleh karena terpisah waktu dan tempat. Maka ketika jumpa pasti luapan rasa akan berbunga dan mekar di taman hati. Rasa itu akan melebur menjadi bahagia dan gembira yang terungkap lewat bahasa cinta.

Berbicara tentang bahasa cinta adalah berbicara tentang bahasa yang paling gampang dimengerti oleh semua umat manusia di seluruh dunia. Bahasa cinta adalah bahasa yang tidak butuh tenaga, otak, energi dan waktu extra untuk belajar dan beradaptasi. Bahasa cinta itu hanyalah butuh satu kunci saja. Kunci bahasa cinta itu tidak memiliki gantungan. Kunci itu adalah hati. Hati yang setia mengalirkan energi cinta tanpa tahan-tahan, walaupun terkadang dihandang oleh derasnya badai hidup yang datang silih berganti dengan aneka tawarannya.

Lantas bagaimanakah cara terbaik agar komunikasi bahasa cinta bisa terlestari dan terealisasi secara baik di tengah derasnya tawaran dunia zaman ini? Di sini saya berusaha untuk menyajikan sedikit tips agar manusia tidak hanya hanyut di dalam komunkasi lisan dan tertulis tetapi juga mesti menyalurkan komunikasi lewat bahasa cinta. Jabat tangan, ciuman dan pelukan, serta belaian itu obat mujarab yang menyembuhkan. Tidak butuh uang untuk dibeli karena pada dasarnya tidak ada jual di apotik dan toko mana pun. Bahasa cinta itu hanya bersumber satu; yakni bersumber dari toko hati.

Berikut beberapa tips agar komunikasi lewat bahasa cinta tetap terlestari dengan baik. Pertama, loyal– Setia. Setia itu artinya berpegang teguh akan tugas dan janji. Manusia memiliki rasa setia akan suatu tugas untuk melaksanakan secara baik, benar, dan terukur. Bila ada rasa setia akan tugas maka apa pun tantangan dan kesulitan dengan segala konsekuensinya pasti akan diselesaikan. Setia pada janji adalah berusaha untuk mengindahkan janji secara tepat. Janji bukanlah sekadar janji tetapi janji itu di dalamnya ada harapan dan mimpi untuk masa depan yang lebih baik. Maka terkadang selalu saja ada persoalan putusnya suatu relasi cinta oleh karena ingkar janji. Jadi hal terbaik yang mesti dilakukan adalah janganlah terlalu cepat berjanji. Sebelum melakukan perjanjian mestinya dipertimbangkan secara matang agar jangan menimbulkan rasa kecewa bila di kemudian hari tidak mampu menepati janji yang terikrar.

Kedua, sabar menunggu. Menunggu itu adalah pekerjaan yang membosankan. Pernyataan ini lazim diungkapkan oleh siapa pun kalau sedang atau telah lama menunggu sesuatu yang diharapkan dengan sangat. Namun ada juga yang sering mengatakan, “orang sabar itu disayangi Tuhan”. Sabar itu artinya tidak lekas marah, tahan menghadapi cobaan, tidak putus asa, tidak patah semangat. Sabar dalam menunggu itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang sudah matang dalam mengolah emosi. Kalau orang yang susah mengendalikan emosi maka sangatlah sulit untuk sabar dalam menunggu. Bagi mereka menunggu itu adalah pekerjaan yang membosankan. Hal yang ditegaskan pada poin kedua ini adalah tentang kesabaran. Sabar menunggu untuk setia dan bahagia secara sempurna. Bertahan di dalam lamanya waktu berproses adalah cara terbaik menuju bahasa cinta yang penuh komunikatif dan bahagia.

Ketiga, memiliki optimis. Optimis artinya selalu ada harapan dalam menghadapi segala macam situasi. Entah dalam untung dan malang, suka dan duka selalu saja berpengharapan bahwa hidup ini pasti akan bermakna dan berguna bagi yang lain. Ketika berhadapan dengan persoalan hidup, manusia kadang hilang harapan. Tidak mau lagi untuk berharap yang lebih, mungkin saja tidak ada lagi harapan untuk esok yang lebih baik. Pada tataran ini manusia dilema. Dalam situasi dilema manusia mestinya tenangkan hati dan masuk di dalam sunyi yang terdalam. Dengarlah apa kata suara hati untuk keputusan selanjutnya. Mau maju atau mundur. Jika hal mana yang terbaik dan membuat hati bahagia berdasarkan pertimbangan suara hati maka pilihlah itu. Namun tetaplah memiliki rasa optimis dan jangan pernah tanggalkan pakain optimis hanya demi sesuatu yang instant. Sesuatu yang matang dan bertahan dalam bahagia itu butuh proses panjang.

Demikian beberapa tips sederhana untuk efektif dalam berbahasa cinta lewat komunikasi fisik. Jikalau bahasa lisan dan tulisan tidak mempan lagi maka berbahasalah dengan bahasa cinta yang tepat agar bahagia dan gembira selalu menyelimuti hati di sepanjang jalan hidup selanjutnya. Hidup yang berguna dan bermakna adalah hidup yang selalu dilengkapi dengan bahasa cinta. Bahasa cinta adalah bahasa yang mampu menyamankan hati seseorang tanpa melukainya sedikit pun.

“If the buds have opened, If the pomegranates have blossomed; There will I give my love”- Jika bunga delima bermekaran;Jika pucuk-pucuk telah terbuka, Di sana saya akan memberikan cintaku”

About dilipost

Check Also

QUO VADIS O ESPÍRITO JUVENTUDE DA GERAÇÃO ATUAL A PÓS A INDEPÊNDENCIA?

Husi :Naterçia Silveira Pina(Estudante Escola Secundária Geral Católica Colegio Do Verbo Divino Palaca) IntrodusaunHistoria da …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Dili Post Channel

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement